Oleh: 'Ammar Lelo Andiko A. A.
Dunia...!
Betapa berat bebanmu menanggung manusia
Mereka hanya memikirkan diri seorang saja
Yang mereka bilang benar hanyalah pura-pura
Padahal merekalah bandit sesungguhnya
Bak orang terzalimi lagaknya
Memedih pilu omongannya
Merendah sendu dia punya nada
Bermuram durja ia di depan semua
Mereka berlagak mengerti
Mereka seolah peduli
Mereka kira yang paling punya hati
Namun sekali lagi: mereka hanya pikir diri sendiri
Dunia...!
Mereka itu durjana
Tak tahu balas jasa
Tak pikir sekelilingnya
Asal dia perlu terpenuhi semua
Dunia...!
Tak pantas banyak bermanis kata pada mereka
Berujar pedas sudahlah sepantasnya
Agar kita tegar tahu mereka
Biar kita tak dipandang remeh olehnya
Supaya tak seenaknya lain ketika
Ini hari kata menembus hati
Kalimat langsung tak mengenal basa-basi
Biarlah segala itu terjadi
Tiada yang perlu disesali
Dunia...!
Kadang mereka tertawa
Melempar ejekan pada pembela
Biarkanlah itu!
Biar sajalah mereka begitu!
Mereka tiada menahu
Hanya segerombolan penipu
Yang sama buruknya dengan benalu
Saat beroleh peluang di balik punggungmu
Mereka tak peduli menimpakan wajahmu dengan plastik
Yang penting wajahnya tetap tampak cantik
Tak tahu cara menyiram taik
Apalagi menanam lagi apa yang telah mereka petik
Dunia yang pilu!
Walau lelah kau memberi tahu
Janganlah pernah meragu!
Hibur sajalah dirimu!
Dengarkan lagu-lagu merdu!
Dunia yang semrawut!
Pada pundakmu harap masih bergelayut
Selamat masih akan menyambut
Walau air kehidupan terasa kecut
Kau tak akan jadi pengecut
Betapa berat bebanmu menanggung manusia
Mereka hanya memikirkan diri seorang saja
Yang mereka bilang benar hanyalah pura-pura
Padahal merekalah bandit sesungguhnya
Bak orang terzalimi lagaknya
Memedih pilu omongannya
Merendah sendu dia punya nada
Bermuram durja ia di depan semua
Mereka berlagak mengerti
Mereka seolah peduli
Mereka kira yang paling punya hati
Namun sekali lagi: mereka hanya pikir diri sendiri
Dunia...!
Mereka itu durjana
Tak tahu balas jasa
Tak pikir sekelilingnya
Asal dia perlu terpenuhi semua
Dunia...!
Tak pantas banyak bermanis kata pada mereka
Berujar pedas sudahlah sepantasnya
Agar kita tegar tahu mereka
Biar kita tak dipandang remeh olehnya
Supaya tak seenaknya lain ketika
Ini hari kata menembus hati
Kalimat langsung tak mengenal basa-basi
Biarlah segala itu terjadi
Tiada yang perlu disesali
Dunia...!
Kadang mereka tertawa
Melempar ejekan pada pembela
Biarkanlah itu!
Biar sajalah mereka begitu!
Mereka tiada menahu
Hanya segerombolan penipu
Yang sama buruknya dengan benalu
Saat beroleh peluang di balik punggungmu
Mereka tak peduli menimpakan wajahmu dengan plastik
Yang penting wajahnya tetap tampak cantik
Tak tahu cara menyiram taik
Apalagi menanam lagi apa yang telah mereka petik
Dunia yang pilu!
Walau lelah kau memberi tahu
Janganlah pernah meragu!
Hibur sajalah dirimu!
Dengarkan lagu-lagu merdu!
Dunia yang semrawut!
Pada pundakmu harap masih bergelayut
Selamat masih akan menyambut
Walau air kehidupan terasa kecut
Kau tak akan jadi pengecut
Tak akan ikut mereka minum kamput
Malang, 15 Desember 2009
No comments:
Post a Comment
Please type your comment here!